Welcome to My Blog.....


This blog is about my daily life. I am a mother of a daughter named Lilo Haura Aqila. She used to be called Lala. Inside this blog, I will post anything want to post. My writings, my vision, my recipes (because I also like cooking), Also I'd like to post about fashion. Fashion is my passion. I'd be honored to share it with all of you. Of the many fashion blogs that exists, especially in Indonesia, is dominated by adolescents. Just a few fashion blogs for adult women who are married and have children. Mommies should also be fashionable and treat themselves good. Not only teens are allowed to look good, cheerful and fashionable. Right moms? :)

Kamis, 12 Januari 2012

Rasa sayang seekor Induk Anjing pada anaknya

Beberapa hari kemarin saya sempat terperangah, hingga berpikir sejenak. Kok bisa ya?, pikr saya dalam hati. Saya punya 3 ekor anjing dirumah. Seekor induk, dan 2 ekor anaknya yg masih kecil. Yang satu jantan, berbadan gemuk dan besar sekali dibandingkan satunya yang betina. Si jantan ini, Enduy namanya, rakus sekali, dan sering galak sama si betina, Toy. Malam itu saya hendak memberi makan malam pada mereka bertiga. Saat memberi makan, kedua anaknya saya kurung bersamaan di dalam satu kandang besar, dengan mangkuknya sendiri-sendiri. Sementara induknya, Jane, saya beri makan diluar kandang. Sengaja saya pisahkan karena Jane seringkali mengalah untuk anak-anaknya. Padahal dia juga lapar. Tapi jika anaknya datang mengerubungi makanannya, dia mengalah, dan ngeloyor pergi, padahal saat itu dia sedang asyik-asyiknya makan. Malam itu saya memberi makan malam agak telat dari biasanya, jam setengah sepuluh malam saya baru pulang, dan menyiapkan dulu makan mereka. Makanya mereka terlihat benar-benar lahap, saking laparnya. 



Si enduy yang memang super rakus, makannya cepat sekali. Dan saat makanan di mangkuknya sudah kosong, dia pindah ke mangkuknya Toy. Sambil menggeram sama Toy, dia menyuruh Toy untuk minggir. Toy takut sekali sama Enduy. Akhirnya Toy melipir ke ujung kandang sambil terus mengamati sisa makanannya yang disikat Enduy. Sementara diluar kandang, Jane sedang menikmati makanannya sambil sesekali memperhatikan kedua anaknya yang sempat hampir berantem tadi. Biasanya jika makanan di semua mangkuk sudah kosong, baik mangkuk Jane, Enduy dan Toy, saya akan mengeluarkan Enduy dan Toy dari dalam kandang. Saat saya keluarkan, si Enduy terlihat kekenyangan dan tidak lama dia tidur di salah satu sudut ruangan. Sementara si Toy, ketika keluar kandang langsung menghampiri Jane, dan seperti hendak mengadu. Nguk,nguk, nguk katanya. Si Jane pun menjilatinya. Mungkin dia mengadu, kalau dia belum kenyang karena makanannya ludes disikat Enduy. Saya dengar dia berbunyi.. nguk.. nguk..nguk.. hingga beberapa kali. Saat itu saya memperhatikan mereka dari balik kaca garasi. Memang mereka saya lepas di dalam garasi. Setelah Toy berulang kali mengadu pada si Jane... Jane pun berdiri, dan apa yang dilakukannya? Dia tiba-tiba saja mengeluarkan makanan dari dalam mulutnya. Mungkin sekitar seperempat lebih dari makanan yang ia makan tadi, dimuntahkannya lagi untuk diberikan sama si Toy. Toy pun segera menyambut dan memakannya. Enduy yang sedang tidur-tiduran di sudut tadinya hendak menghampiri dan ikutan makan lagi (dasaarrr rakuss!!), tapi Jane menggeram marah dan menggigit tengkuk Enduy, menyuruh si Enduy untuk segera menjauh. Enduy menjerit kesakitan dan menjauh kembali ke sudut. Toy pun menghabiskan makanan dari Jane tadi. Saya bengong sendiri menyaksikan kejadian tadi. Binatang saja bisa sesayang itu sama anak-anaknya. Kita sebagai manusia masa kalah sama binatang. Ga usah jauh-jauh deh melihat ibu yang buang anaknya sendiri. Kalau yang itu namanya sudah benar-benar Jahannam. Kita lihat deh, banyaakkk banget para ibu yang cuek aja anaknya diurus sama Babysitter. Dari mandi, makan, main, bercanda, menidurkan, menggendong. Semuanya Babysitter yang kerjain. Anak jadi besar bukan dengan didikan mommynya tapi dengan didikan mbak. Apa itu yang kita harapkan? Bukannya kita ingin membentuk mereka hingga kelak menjadi seperti yang kita harapkan? Mereka butuh kasih sayang kita, bukan hanya cukup dengan difasilitasi segala macam saja. Mungkin kita seorang ibu yang bekerja, sibuk, tapi memang sudah kodratnya anak itu mommy yang urus, bukan bapaknya. Orang bapaknya sih, ngurus diri sendiri aja ngga akan bisa, apalagi ngurus anak. Coba lihat Victoria Beckham, Katie Holmes, Madonna, dan beberapa selebritis lainnya. Kalo pas mereka pergi bareng anak-anaknya, apa ada anaknya difoto dengan di gendong Babysitter? atau dituntun di belakang bareng Babysitter? Padahal mereka itu udah jelas artis, berarti udah jelas sibuknya. Ngga berarti kalau kita adalah seorang sosialita, seorang yang stylist, fashionable, banyak acara disana-sini jadinya ngga perlu ngurus anak  jadi ngga mau repot ngurusin anakTerus kalo kita nonton Nanny 911, coba perhatikan, terkadang anaknya sampai 4-5 orang dengan umur yang berdekatan. Mereka mengurus sendiri. Ngga pake Babysitter. Biasanya di luar negeri Babysitter itu kebanyakan para remaja yang nyambi nyari uang saku. Dan jasa mereka dipakai saat diperlukan saja, bukan setiap hari, misalnya saat orangtua si anak ada keperluan penting, atau undangan makan malam, dan lainnya. Maybe I'm not the best mom in the world but I'm trying to be the best for my children.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar